Featured Articles
All Stories
Untuk membangun pertanian dibutuhkan SDM yang berkualitas. Lebih dari itu, tersedianya SDM yang berkualitas merupakan modal utama bagi daerah untuk menjadi pelaku (aktor), penggerak pembangunan di daerah. Karena itu untuk membangun pertanian, kita harus membangun sumber daya manusianya.
SDM yang perlu dibangun di antaranya adalah SDM masyarakat pertanian (petani-nelayan, pengusaha pertanian dan pedagang pertanian), agar kemampuan dan kompetensi kerja masyarakat pertanian dapat meningkat, karena merekalah yang langsung melaksanakan segala kegiatan usaha pertanian di lahan usahanya. Hal ini hanya dapat dibangun melalui proses belajar dan mengajar dengan mengembangkan sistem pendidikan non formal di luar sekolah secara efektif dan efisien di antaranya adalah melalui penyuluhan pertanian.
Melalui penyuluhan pertanian, masyarakat pertanian dibekali dengan ilmu, pengetahuan, keterampilan, pengenalan paket teknologi dan inovasi baru di bidang pertanian dengan sapta usahanya, penanaman nilai-nilai atau prinsip agribisnis, mengkreasi sumber daya manusia dengan konsep dasar filosofi rajin, kooperatif, inovatif, kreatif dan sebagainya. Yang lebih penting lagi adalah mengubah sikap dan perilaku masyarakat pertanian agar mereka tahu dan mau menerapkan informasi anjuran yang dibawa dan disampaikan oleh penyuluh pertanian.

Peranan Penyuluhan Pertanian

admin  |  at  07.16  | No comments

Untuk membangun pertanian dibutuhkan SDM yang berkualitas. Lebih dari itu, tersedianya SDM yang berkualitas merupakan modal utama bagi daerah untuk menjadi pelaku (aktor), penggerak pembangunan di daerah. Karena itu untuk membangun pertanian, kita harus membangun sumber daya manusianya.
SDM yang perlu dibangun di antaranya adalah SDM masyarakat pertanian (petani-nelayan, pengusaha pertanian dan pedagang pertanian), agar kemampuan dan kompetensi kerja masyarakat pertanian dapat meningkat, karena merekalah yang langsung melaksanakan segala kegiatan usaha pertanian di lahan usahanya. Hal ini hanya dapat dibangun melalui proses belajar dan mengajar dengan mengembangkan sistem pendidikan non formal di luar sekolah secara efektif dan efisien di antaranya adalah melalui penyuluhan pertanian.
Melalui penyuluhan pertanian, masyarakat pertanian dibekali dengan ilmu, pengetahuan, keterampilan, pengenalan paket teknologi dan inovasi baru di bidang pertanian dengan sapta usahanya, penanaman nilai-nilai atau prinsip agribisnis, mengkreasi sumber daya manusia dengan konsep dasar filosofi rajin, kooperatif, inovatif, kreatif dan sebagainya. Yang lebih penting lagi adalah mengubah sikap dan perilaku masyarakat pertanian agar mereka tahu dan mau menerapkan informasi anjuran yang dibawa dan disampaikan oleh penyuluh pertanian.
Continue Reading→


Petani kita sudah terlanjur memiliki mainset bahwa untuk menghasilkan produk-produk pertanian berarti harus gunakan pupuk dan pestisida kimia, NPK yang antara lain terdiri dari Urea, TSP dan KCL serta pestisida kimia pengendali hama sudah merupakan kebutuhan rutin para petani kit
a, dan sudah dilakukan sejak 1967 (masa awal orde baru) , dengan produk hasil pertanian mencapai puncaknya pada tahun 1984 pada saat Indonesia mencapai swasembada beras dan kondisi ini stabil sampai dengan tahun 1990-an.

Petani kita selanjutnya secara turun temurun beranggapan bahwa yang meningkatkan produksi pertanian mereka adalah Urea, TSP dan KCL, mereka lupa bahwa tanah kita juga butuh unsur hara mikro yang pada umumnya terdapat dalam pupuk kandang atau pupuk hijau yang ada disekitar kita, sementara yang ditambahkan pada setiap awal musim tanam adalah unsur hara makro NPK saja ditambah dengan pengendali hama kimia yang sangat merusak lingkungan dan terutama tanah pertanian mereka semakin tidak subur, semakin keras dan hasilnya dari tahun ketahun terus menurun.

MARI KITA BUAT PETANI TERSENYUM KETIKA PANEN TIBA

admin  |  at  06.27  | No comments


Petani kita sudah terlanjur memiliki mainset bahwa untuk menghasilkan produk-produk pertanian berarti harus gunakan pupuk dan pestisida kimia, NPK yang antara lain terdiri dari Urea, TSP dan KCL serta pestisida kimia pengendali hama sudah merupakan kebutuhan rutin para petani kit
a, dan sudah dilakukan sejak 1967 (masa awal orde baru) , dengan produk hasil pertanian mencapai puncaknya pada tahun 1984 pada saat Indonesia mencapai swasembada beras dan kondisi ini stabil sampai dengan tahun 1990-an.

Petani kita selanjutnya secara turun temurun beranggapan bahwa yang meningkatkan produksi pertanian mereka adalah Urea, TSP dan KCL, mereka lupa bahwa tanah kita juga butuh unsur hara mikro yang pada umumnya terdapat dalam pupuk kandang atau pupuk hijau yang ada disekitar kita, sementara yang ditambahkan pada setiap awal musim tanam adalah unsur hara makro NPK saja ditambah dengan pengendali hama kimia yang sangat merusak lingkungan dan terutama tanah pertanian mereka semakin tidak subur, semakin keras dan hasilnya dari tahun ketahun terus menurun.
Continue Reading→

UU RI No. 16 Tahun 2006 tentang SP3K telah diberlakukan sekitar 4 (empat) tahun yang lalu, namun sampai saat ini masih banyak desa/kelurahan yang belum memiliki Posluhdes. Hal ini kemungkinan disebabkan karena belum adanya acuan yang jelas tentang pembentukan Posluhdes. 

Oleh karena itu melalui tulisan ini, kami ingin membantu para penyuluh pertanian memperoleh gambaran untuk memfasilitasi pembentukan Posluhdes di desa/kelurahan wilayah binaannya sambil menunggu adanya pedoman yang resmi.

Pengertian Posluhdes
Dalam UU No. 16 Tahun 2006 pasal 16, pengertian Posluhdes adalah unit kerja nonstruktural yang dibentuk dan dikelola secara partisipatif oleh pelaku utama. Adanya Posluhdes dapat sebagai wadah penyuluh PNS, penyuluh swasta dan swadaya serta pelaku utama dan pelaku usaha di perdesaan sebagai tempat berdiskusi, merencanakan, melaksanakan, dan memantau kegiatan penyuluhan di desa/kelurahan masing-masing.

PERLU ADANYA POSLUHTAN DI SETIAP DESA

admin  |  at  21.31  | No comments

UU RI No. 16 Tahun 2006 tentang SP3K telah diberlakukan sekitar 4 (empat) tahun yang lalu, namun sampai saat ini masih banyak desa/kelurahan yang belum memiliki Posluhdes. Hal ini kemungkinan disebabkan karena belum adanya acuan yang jelas tentang pembentukan Posluhdes. 

Oleh karena itu melalui tulisan ini, kami ingin membantu para penyuluh pertanian memperoleh gambaran untuk memfasilitasi pembentukan Posluhdes di desa/kelurahan wilayah binaannya sambil menunggu adanya pedoman yang resmi.

Pengertian Posluhdes
Dalam UU No. 16 Tahun 2006 pasal 16, pengertian Posluhdes adalah unit kerja nonstruktural yang dibentuk dan dikelola secara partisipatif oleh pelaku utama. Adanya Posluhdes dapat sebagai wadah penyuluh PNS, penyuluh swasta dan swadaya serta pelaku utama dan pelaku usaha di perdesaan sebagai tempat berdiskusi, merencanakan, melaksanakan, dan memantau kegiatan penyuluhan di desa/kelurahan masing-masing.
Continue Reading→


Kepala Pusat Penyuluhan (Kapusluh), Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Kementerian Pertanian, Dr. Ir. Momon Rusmono, MS mengadakan pertemuan dengan 160 orang penyuluh pertanian dari 6 (enam) provinsi wilayah kerja Balai Pelatihan Pertanian (BPP) Jambi di Desa Senaning, Kabupaten Batanghari. Pertemuan ini untuk mendukung program 4 sukses pembangunan pertanian di tingkat lapangan.

Hadir dalam pertemuan yang difasilitasi Balai Pelatihan Pertanian Jambi ini antara lain Sekretaris Bakorluh Provinsi Jambi, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Jambi, Kepala Bapelluh Kabupaten/Kota se-Provinsi Jambi, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten/Kota se-Provinsi Jambi, Pejabat Struktural Balai Pelatihan Pertanian (BPP) Jambi, serta perwakilan penyuluh pertanian dari Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), Sumatera Utara (Sumut), Sumatera Barat (Sumbar), Riau, dan Kepulauan Riau.

Pusluhtan Dukung 4 Sukses Pembangunan Pertanian di Tingkat Lapangan

admin  |  at  21.26  | No comments


Kepala Pusat Penyuluhan (Kapusluh), Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Kementerian Pertanian, Dr. Ir. Momon Rusmono, MS mengadakan pertemuan dengan 160 orang penyuluh pertanian dari 6 (enam) provinsi wilayah kerja Balai Pelatihan Pertanian (BPP) Jambi di Desa Senaning, Kabupaten Batanghari. Pertemuan ini untuk mendukung program 4 sukses pembangunan pertanian di tingkat lapangan.

Hadir dalam pertemuan yang difasilitasi Balai Pelatihan Pertanian Jambi ini antara lain Sekretaris Bakorluh Provinsi Jambi, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Jambi, Kepala Bapelluh Kabupaten/Kota se-Provinsi Jambi, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten/Kota se-Provinsi Jambi, Pejabat Struktural Balai Pelatihan Pertanian (BPP) Jambi, serta perwakilan penyuluh pertanian dari Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), Sumatera Utara (Sumut), Sumatera Barat (Sumbar), Riau, dan Kepulauan Riau.
Continue Reading→




Salam kompak dan bahagia,…untuk rekanku para Penyuluh seindonesia…
penyuluhan Pertanian, akan dihadapkan pada suatu persoalan yang tidak bisa diremehkan, namun demikian saya yakin terutama pada kawan2 penyuluh,

BUAT SAHABATKU, SALAM KOMPAK

admin  |  at  10.48  | No comments




Salam kompak dan bahagia,…untuk rekanku para Penyuluh seindonesia…
penyuluhan Pertanian, akan dihadapkan pada suatu persoalan yang tidak bisa diremehkan, namun demikian saya yakin terutama pada kawan2 penyuluh,
Continue Reading→


1. Sejarah Singkat
Belut merupakan jenis ikan konsumsi air tawar dengan bentuk tubuh bulat memanjang yang hanya memiliki sirip punggung dan tubuhnya licin. Belut suka memakan anak-anak ikan yang masih kecil. Biasanya hidup di sawah-sawah, di rawa-rawa/l

Budidaya Belut ( Synbranchus )

admin  |  at  06.36  | No comments


1. Sejarah Singkat
Belut merupakan jenis ikan konsumsi air tawar dengan bentuk tubuh bulat memanjang yang hanya memiliki sirip punggung dan tubuhnya licin. Belut suka memakan anak-anak ikan yang masih kecil. Biasanya hidup di sawah-sawah, di rawa-rawa/l
Continue Reading→

Discussions

Archive

Blog Archive

Featured Posts Coolbthemes

Copyright © 2013 SISTIM PERTANIAN . WP Theme-junkie converted by BloggerTheme9
Blogger template. Proudly Powered by Blogger.